Museum Bahari Ende didirikan dengan tujuan mulia untuk melestarikan kekayaan bahari Nusantara dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, ilmu pengetahuan, dan generasi mendatang.
Menjadi Museum Bahari terdepan di Indonesia yang melestarikan kekayaan biota laut Nusantara, menjadi pusat informasi dan studi kelautan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pariwisata, ilmu pengetahuan, dan kesejahteraan masyarakat.
Mengumpulkan, merawat, dan mendokumentasikan koleksi biota laut; menyediakan sarana edukasi dan penelitian; melestarikan lingkungan laut; serta memberdayakan masyarakat lokal melalui pengembangan kerajinan dan pariwisata bahari.
7 Pilar utama pendirian Museum Bahari
Melestarikan sumber daya alam kelautan yang sudah tersedia kurang lebih 750 species, hasil koleksi Pater Gabriel Goran.
Menjadi sumber informasi dan studi kelautan bagi generasi muda dalam ilmu pengetahuan Conchology dan Malacology.
Menjadi obyek wisata (tempat rekreasi) yang edukatif bagi masyarakat lokal maupun wisatawan domestik dan mancanegara.
Membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar melalui pengelolaan museum dan pengembangan sektor pariwisata.
Menjadi salah satu sumber pendapatan daerah melalui sektor pariwisata dan kontribusi terhadap perekonomian lokal.
Mendorong pengrajin memproduksi kerajinan tangan dari siput dan kerang sebagai souvenir atau cenderamata khas laut.
Mendorong menjaga keutuhan ciptaan Tuhan dan keindahan alam laut dalam usaha melestarikan lingkungan untuk generasi mendatang.
Sebagai sumber pendapatan untuk membantu anak-anak Panti Asuhan Naungan Kasih dan anak-anak terlantar dalam rangka menunjang program Pemerintah dalam menangani anak-anak terlantar di Kabupaten Ende.
Species Biota Laut Terkoleksi
Tahun Berdiri (Sejak 1996)
Kategori Biota Utama
Manfaat Sosial Berkelanjutan
Koleksi Fosil Terdokumentasi
Siswa Mengakses Museum
Sekolah Mitra Pembelajaran
Kelas Utama Fosil
— Alm. Pater Gabriel Goran, SVD
Spesies kerang raksasa yang dilindungi, merupakan salah satu koleksi unggulan dengan berat dan ukuran yang memukau.
Cangkang nautilus asli dengan pola spiral sempurna, dikenal sebagai "fosil hidup" dari laut dalam yang langka.
Kerang kerucut marmer yang dikenal dengan pola cangkangnya yang indah namun memiliki racun sengat yang berbahaya.
Fosil cangkang kepala lunak purba yang berusia jutaan tahun, ditemukan di formasi batuan kuno di wilayah NTT.
Spesies kerang perut besar dengan warna oranye cerah yang sangat langka, digunakan sebagai pembanding koleksi.
Koleksi lengkap berbagai jenis cangkang abalon dengan lapisan mutiara (nacre) berwarna-warni yang memukau.
Pendiri Museum
Penerus Museum Bahari
Desainer & Kurator
Pengelola
Pengalaman yang sangat mendidik dan memukau. Anak-anak saya sangat terkesan dengan koleksi cangkang raksasa dan penjelasan dari pemandu yang ramah.
Sebagai mahasiswa, museum ini adalah harta karun data dan spesimen yang luar biasa. Koleksi fosil dan klasifikasinya sangat lengkap untuk referensi.
Salah satu koleksi cangkang moluska terbaik di Indonesia Timur. Dedikasi Pater Gabriel dan tim dalam melestarikan warisan bahari sangat patut diacungi jempol.
Tim museum melakukan penyelaman dokumentasi untuk mengidentifikasi spesies moluska baru di pesisir Ngera.
Kegiatan edukasi interaktif mengenalkan pentingnya menjaga ekosistem laut dan keanekaragaman hayati cangkang.
Perjalanan panjang Pater Gabriel Goran dalam mengumpulkan ribuan cangkang hingga menjadi museum yang diakui.
Bantu kami mewujudkan pembangunan fisik Museum Bahari Ende "Ngera Shells". Setiap kontribusi Anda, sekecil apapun, sangat berarti untuk menyelamatkan dan melestarikan warisan budaya bagi generasi mendatang.
Setelah melakukan transfer, mohon konfirmasi melalui WhatsApp agar kami dapat mencatat dan mengucapkan terima kasih atas kebaikan Anda.